Sunday, September 30, 2007

A poem for the moon

Bulan
Ada apa denganmu hari ini?

Kenapa kau menyabit?
Sedangkan purnama harusnya...

Angin membisik
Ada bintang yang menghalangimu
untuk menyinar bumi..

Mungkin kau kira
bintang telah menggantimu
tapi secerahnya bintang..
tak kan pernah bisa mengganti cahayamu

Hari ini bulan ingin disadarkan
meski bintang berpendar
dan matahari berpijar
bulan tetap ada di sisi sana
menempati ruang dalam bejana diri

Meski juga bumi berharap pada bulan
Bulan bisa melebur pada bumi

bahwa bumi kehilangan kunci
kunci tuk masuk dalam jiwa
pun ketika kunci disuakan
gemboknya sudah berkarat disiram linangan duka
pun ketika karat disingkirkan
bulan kan temukan
ruang sana berjelaga
termakan masa



This poem is intentionally written using Bahasa. Now i am getting realize that to write a poem, it is easier to use Bahasa since I can put any other words that I can not use in English. Sorry to Quint!... this time i dissapoint you. Peace man...!

16 comments:

RoSa said...

It's truly a nice poem, Mas =)

[H][A][R][R][I][S] said...

Wah...berat nih bahasanya.
otak gw kagak nyampe. hehehehehe....

Eni said...

Protesssssssss

gak mungkin bintang berada diantara bulan dan bumi...
hiks..menurut astrologi..itu mustahil..

he..he..he

mata said...

wah wah...
kang bakhri bisa nyastra juga yah...

retrospectext said...

Di jadikan syair lagu dangdut,
Kayaknya ok tuh Bro!
Hahahaha no offense,
Just kidding!

Quintarantino said...

This time you tricked me... but I guess it's a nice poem... because of the moon, that is.

- Nilla - said...

Kok bisa sih Mas bikin puisi?
Aku aja kaco kalo bikin puisi, bahasanya suka ga nyambung! :P
Btw...
Ehmmm... kira2 ini maknanya apa, yah?
Lg pengen ke bulan, Mas? xP

mina said...

gak ngertiiiii... :p
oya mau bilang, utang dah dibayar :D jadi boleh pesen lagi gak?

Bakhrian syah said...

@rosa: tiada seindah kata terima kasih terucap untuk rosa

@Ale & Mina: ijinkan kau luangkan sedikit waktumu untuk melirik makna di dalamnya... maka kau akan temukan jawabannya.

@Eni: ketika isi jiwa sudah membuncah..hal lain menjadi tersampingkan

Bakhrian syah said...

@mata: seni menjadi bagian jiwa... alangkah indahnya..

@ali: ketika puisi didendangkan... mungkin itu akan lebih menyejukkan

@nilla: bulan memang tempat terbaik untuk diriku berharap dan bertanya... akankah bulan berpikir sama?

Bakhrian syah said...

@quintiono: a moon is a part of my life... that shines my night.

Quintarantino said...

Bakh... but you're no werewolf, are you? Just kidding...

Bakhrian syah said...

@quint: i am not quint... but if sometimes i need to be.. why not? hehehehehe

Quintarantino said...

Bakh, my unknown friend, you are right about not having keys on the "portuguesemanofwar.blogspot.com" ... but as you know it isn´t easy to have order on a place were seven different people can write... you can say it's anarchy... but hope you keep visiting us...

w@hyu said...

waduh, berat euy.. aku dari dulu paling susah memahami makna puisi.. mungkin karena dulu suka banget dengerin lagunya Base Jam yg bilang 'mungkin aku bukan pujangga'..
*gak nyambung* :D

Anonymous said...

online xanax xanax side effects vertigo - xanax grapefruit side effects