Saturday, November 8, 2008

Sebuah kata ikhlas

Baru sesaat mengenalmu, tetapi segala yang ada di didirimu telah memporak-porandakan sebuah tatanan rasa, yang telah terpatri beku.

Kau yang cairkan kedinginan dinding hati dalam keegoisan.
Kau yang telah menyadarkan apa arti berdebar, apa arti merindu, apa arti bahagia.

Kesenanganmu akan obyek indah terbingkai dalam bingkai foto-fotomu...
Daya pikat nalarmu.......
Kesederhanaanmu........
Kemandirianmu…........

Meski sesaat ku pernah tahu bahwa itu ternyata hanya penutup rapuhmu….

Itu tidak menggoyahkanku............
Tetap membuai anganku….
Membuncahkan asa dan rasa … untuk terpesonamu

Makin dekat denganmu, makin yakin sebuah rasa telah tercipta untukmu..
Rasa yang ingin disedekap selamanya....
Hingga ingin didatangkan ke bilik hatimu....

Kini… kau pula yang kembali mengenalkan...
Pada kata bernama sedih,
Pada kata bernama remuk,
Yang dulu pernah menjadi sahabat hariku

Sejak ku tahu...
Bahwa ada cincin di jari manismu....

Kini kucari sebuah kata ikhlas...

(Indahnya mengamati)

Pic is Ali's courtessy

6 comments:

Superlazy said...

Duh, bangganya foto saya dipakai untuk the most-curhating-postingan of Babe...
Postingan ini bukan muncul sewaktu lagi liat foto2 yang tanggalnya sama dengan yang ini kan? Hihihi.

Marshmallow said...

@superlazy:
the most curhating post, ya?
wah, emang kudu ikhlas kok, be.
tapi sebelum ikhlas, kasih tau dulu dong siapa tersangkanya.

retrospectext said...

So, ini bukan ttg Babe? Kirain...
Gak tertarik..

ANGGI said...

baru kusadariiii. . .cintaku bertepuk sebelah tangannnnn. . .(mohon dibaca dengan irama lagu dewa) :p

Juminten said...

emmm... aduh, bingung mau komentar apa.
takut salah ngomong. :P
yg pasti, aku tau sulitnya memulai rasa ikhlas.
hanya waktu yg pd akhirnya membuat sebuah keikhlasan itu jd bener2 tulus. ^_^

Eni said...

Satu lagi korban
BCL ya B..????
sabar B..., emang si mr. Sinclair lebih segala-galanya kok
xi..xi..xi